Hai teman kenalin namaku Dila dan aku punya kucing kitten namanya Moli umurnya sampai saat ini baru menginjak 6 bulan, dia lahir di Jogja 29 Juni 2017. Jadi aku disini mau menceritakan pengalaman aku merawat jalan Moli yang saat itu kena virus panleucopenia. Teman-teman pecinta kucing pasti sudah tidak asing kan ya dengar nama virus itu? Aku sudah nanya ke beberapa dokter, googling juga, yang mana semua mengatakan bahwa virus panleucopenia ini adalah salah satu virus penyebab penyakit yang mematikan bagi kucing, terutama untuk kucing rumahan yang sengaja kita pelihara, bukan kucing liar yang dia bisa kemana aja dan makan apa aja tapi tetap sehat. Beda banget kan dengan kucing peliharaan, kadang walaupun makan dan minumnya sudah kita jaga masih aja kena sakit ini lah sakit itu lah. Penyakit ini disebabkan infeksi feline parvovirus yang menyebabkan keradangan pada bagian saluran pencernaan (https://pecintasatwa.com)
Otty (persia medium, 16 April-22 Nov 2017)
Jadi aku ini punya 2 kucing yang pertama namanya Otty dan yang kedua ya si Moli ini. By the way si Otty umurnya 7 bulan dan dia lahir di Jogja juga pada tanggal 16 April 2017 . Otty dan Moli aku adopsi saat masing masing umurnya 2 bulan, dari umur 2 bulan sampai Otty hampir 7 bulan dan Moli hampir 5 bulan, mereka aku pelihara di kostku di Jogja dan mereka baik baik saja waktu itu, tidak mengalami sakit yang parah yang sampai muntah ataupun di opname, dia lebih banyak sehatmya ketika itu.
Waktu di jogja mereka juga sudah di beri obat cacing dan sudah siap vaksin, tetapi karena dulu temenku punya pengalaman punya kucing yang setelah di vaksin jadi lemah, lesu, ngedrop, sampai di rawat inap di klinik hewan jogja jadi aku takut untuk memvaksinkan Otty dan Moli akhirnya ya belum aku vaksin (aku dulu ngga tau kalo ternyata efek samping dari vaksin ya memang bikin kucing ngedrop gitu beberapa hari tapi setelah itu kan kucing jadi sehat dan aktif, jadi waktu itu aku langsung ga berani vaksinkan mereka, kalo tau begitu efeknya ya pasti tetap aku vaksin dong)
Terus dari umur Otty hampir 7 bulan dan Moli hampir 5 bulan mereka aku bawa pulang ke Solo karena di rumah Solo kan banyak orang jadi akan banyak yang rawat mereka, setelah sampai di rumah Solo, mereka baik baik aja dan masih aktif, SAMPAI tiba hari ketujuh atau tepat seminggu mereka di rumah Solo si Otty menunjukkan gejala gejala sakit seperti muntah warna kuning (dalam kurun waktu pukul 00.49 - 15.00 WIB si Otty sudah mengalami muntah 9x) sebetulnya aku niat akan bawa Otty ke dokter pagi hari jam 9 an tapi karena aku taunya dokter hewan yang dekat rumah itu prakteknya sore pukul 16.00 jadi ya terpaksa aku bawanya sore hari. Sampai di petcare dokternya bilang Otty hanya demam biasa suhu 39.5° terus disuntik obat anti muntah dan turun panas dan aku dibawain obat untuk diminumkan besok hari. Sampai di rumah ya aku tidak bisa berbuat apa apa karena pesan dokternya jangan dikasih makan dan minum dan obatnya dulu hari ini, pemberian mulai besok. Apalah dayaku yang ikut susah melihat Otty sampe rumah masih muntah muntah.
Malam harinya dia Otty makin lemas karena tidak ada asupan apapun dia tidak doyan makan dan minum sampai akhirnya besok hari pukul 03.00 WIB sebelum subuh si Otty menghembuskan nafas terakhirnya. Umur Otty hanya sampai hari Rabu tanggal 22 Nopember 2017.
Masih belum bisa move on dari kematian Otty, di hari yang sama aku berusaha untuk melakukan upaya preventif kepada si Moli yang tinggal sendirian, aku ke dokter hewan lain yang agak jauh dari rumah untuk memvaksinkan si Moli, tapi karena di rumah baru ada kejadian kematian Otty (dan dari dokter disinilah aku dikasih tau kalau Otty mati karena virus panleucopenia, bukan cuma demam biasa) jadi Moli belum bisa vaksin, dokter menyarankan untuk diberi obat cacing (lagi) dan vitamin untuk daya tahan Moli, kemudian satu minggu lagi supaya dibawa ke klinik itu lagi untuk vaksin. Jadi hari rabu ketemu hari rabu lagi.
Tapi cobaan datang lagi, satu hari sebelum jadwal vaksin (selasa) si Moli ini mengalami gejala yang sama seperti Otty, muntah muntah warna kuning, pupnya mencret, lemas sekali badannya. Sampai selasa pagi sekitar pukul 09.00 Moli sudah 4x muntah. Aku tidak ingin hal buruk terjadi lagi, akhirnya aku search klinik hewan di Solo dan ku baca review review pengunjungnya, aku temukan klinik hewan Kawatan Solo, Moli kubawa ke klinik Kawatan dan Dokter menyarankan untuk diopname tetapi dia tidak menjanjikan keselamatan Moli karena seperti diatas tadi bahwa virus panleucopenia ini virus mematikan buat kucing apalagi kitten dan belum vaksin, keselamatan Moli tergantung pada daya tahan Moli dan kekuatan Moli untuk melawan virus tersebut.
Akhirnya kuputuskan Moli agar opname, pada waktu itu aku betul -betul lemas dan tidak terlalu berharap bahwa Moli bisa kuat melawan Virus, tapi tiap hari tiap aku sholat aku selalu mendoakan Moli agar dia bisa bertahan bisa kuat dan menang melawan virus mematikan itu. Setiap pagi Dokter menginfokan kondisi Moli lewat whatsapp dan alhamdulillah setiap hari juga kondisii Moli semakin baik dam mau makan. Selama 6 hari di opname Moli tidak pernah Muntah karena mungkin penanganan dari Dokter yang sigap dan obat yang diberikan serta mendapat asupan makan dari infus, hanya saja pupnya Moli agak lembek (bukan mencret) dan bulu bulunya buaaanyak yang rontok (karena pengaruh infus katanya). Dengan pertimbangan Moli sudah tidak muntah dan sudah mau makan akhirnya Dokter mengijinkan aku membawa pulang Moli, dan diberi obat untuk rawat jalan, cuma obat diare aja untuk memperbaiki pupnya Moli. Alhamdulillah, aku sangat sangat lega dan bersyukur Moli sudah lebih baik.
Selama dirumah, kadang aku masih nyuapi Moli wet food dan obatnya, tapi semakin kesini si Moli semakin bagus kesehatannya dan dia siap untuk vaksin. Rencananya minggu depan ini aku akan vaksinkan si Moli sesuai saran waktu dari Dokter bahwa jarak Moli opname dan vaksin at least 2 mingguan gitu.
Moli (persia peaknose, 29 juni 2017- now)
Doakan Moli ya guys supaya Moli bisa lancar vaksinnya dan diberi umur panjang serta bisa bermain-main lagi seperti sedia kala sebelum dia kena virus.
Intinya kalau ada teman teman yang punya kucing dan tiba tiba ada gejala seperti Otty dan Moli SEGERALAH ambil tindakan untuk bawa kucing teman teman ke klinik hewan yang berpengalaman. Supaya tidak kejadian seperti Otty (jangan sampai salah diagnosis Dokternya). Sarankan untuk di infus dulu di klinik.
Semoga kucing kita selalu sehat dan aktif yaa
Terima kasih ya sudah mau baca pengalaman panjang aku tentang kedua kucingku yang bernasib beda ini.
Semoga bisa bermanfaat untuk teman teman semua. see u soon :)
Komen dibawah jika teman-teman ada cerita juga seperti ceritaku

